Saya melihat langsung bahwa semangat penggugat mandiri adalah sesuatu yang luar biasa. Mereka tidak menyerah hanya karena sistem mengalami gangguan. Mereka tetap berusaha memperjuangkan haknya. Ada keteguhan yang tidak bisa diremehkan. Di balik setiap unggahan dokumen dan setiap percobaan masuk ke sistem, ada harapan besar untuk mendapatkan keadilan. Sebagai mahasiswa praktisi, pengalaman ini mengajarkan saya bahwa hukum tidak hanya berbicara tentang pasal dan teori di ruang kelas. Hukum juga berbicara tentang bagaimana sistem bekerja untuk manusia. Ketika teknologi belum sepenuhnya siap, yang terdampak adalah para pencari keadilan itu sendiri. Saya semakin yakin bahwa modernisasi peradilan harus diiringi dengan kesiapan teknis yang matang dan dukungan yang memadai bagi masyarakat. Digitalisasi memang langkah maju, tetapi tidak boleh meninggalkan mereka yang sedang berjuang sendirian.
Pengalaman menghadapi gangguan e Court bukan sekadar cerita tentang sistem yang bermasalah. Ini adalah refleksi tentang pentingnya akses keadilan yang benar benar dapat dijangkau oleh semua orang. Dan sebagai mahasiswa yang belajar sekaligus terjun langsung dalam praktik, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk terus menyuarakan perbaikan agar sistem hukum kita semakin kuat dan berpihak pada pencari keadilan.

Social Media
Search